Pembentukan Etika Karyawan Melalui Sistem Informasi Manajemen “Ethic Call Center” (Studi Kasus: PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk.)

Pembentukan Etika Karyawan Melalui Sistem Informasi Manajemen “Ethic Call Center”

(Studi Kasus: PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk.)

 

Dosen Pengampu:

Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc

 

Disusun Oleh:

Kelompok 5 – E49

 

A.M. Heri Saktiyanto           [P056132632.49E]

Febrianto Arif Wibowo        [P056132742.49E]

Fitriana Purnamasari          [P056132762.49E]

Harya Buntala Koostanto     [P056132772.49E]

Husnul Insan                      [P056132782.49E]

Safitri Larasati                   [P056132922.49E]

Yogi Syamriadi                   [P056132972.49E]

Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis

Institut Pertanian Bogor

2014

===================================================================================

DAFTAR ISI

Daftar Isi …………………………………………………………………………………………………………. 1

BAB I Pendahuluan

          1.1.  Latar Belakang ……………………………………………………………………………………. 2
          1.2.  Rumusan Masalah ……………………………………………………………………………….. 4
          1.3.  Tujuan ……………………………………………………………………………………………… 4

BAB II Landasan Teori

          2.1.  Etika Karyawan ……………………………………………………………………………………. 5
          2.2.  Sistem Informasi Manajemen ………………………………………………………………….. 5
          2.3.  Ethic Call Center ………………………………………………………………..……………………… 8

BAB III Gambaran Umum Perusahaan

          3.1.  Sejarah dan Perkembangan Perusahaan …………………………………………………… 9
          3.2.  Perkembangan Kepemilikian Perusahaan ………………………………………………….. 11
          3.3.  Sumber Daya Manusia …………………………………………………….……………………….. 11
          3.4.  Visi dan Misi Perusahaan ………………………………………………………………………….. 12

BAB IV Pembahasan

          4.1.  Ethic Call Center Sebagai Media Pengawasan Etika …………………………………….. 14
          4.2.  Ethic Call Center Sebagai Penerapan Good Corporate Governance ………………….. 15
          4.3.  Peta Jalan Penerapan Ethic Call Center …………………………………………………….. 17
          4.4.  Tahapan Dinamis Penerapan Ethic Call Center …………………………………………….. 19
          4.5.  Capaian Sosialisasi …………………………………………………………………………………… 21
          4.6.  Kendala Penerapan Ethic Call Center …………………………………………………………… 24

BAB V Penutup

          5.1.  Kesimpulan ……………………………………………………………………………………….. 26
          5.2.  Saran ………………………………………………………………………………………………. 26

Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………………………… 27

====================================================================

BAB I

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Dalam suatu perusahaan keunggulan budi dan keunggulan karakter dari seluruh pegawai yang terlibat dalam perusahaan tersebut akan menghasilkan kerja dan kinerja yang unggul pula. Pegawai diharapkan mampu menghayati pekerjaan sebagai upaya menciptakan keunggulan tersebut.. Etika merupakan salah satu elemen yang sangat menentukan kepuasan publik sekaligus sebagai penentu keberhasilan  perusahaan tersebut. Etos kerja dikatakan sebagai faktor penentu dari keberhasilan individu, kelompok, institusi dan juga yang terluas ialah bangsa dalam mencapai tujuannya.

Dalam suatu perusahaan etika memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen oleh perusahaan tersebut. Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika oleh pegawai akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena mampu meningkatkan keunggulan bersaing dan tentu dapat mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Tidak bisa dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh pegawai  akan memancing tindakan balasan  bagi perusahaan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya.

Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan yang tentunya berpengaruh pada citra jangka panjang perusahaan. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis seharusnya dapat pula mendukung pegawainya untuk menjalankan etika di perusahaan. Pada umumnya perusahaan tersebut termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila  perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier.

Perlu dipahami, karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan.  Oleh karena itu, perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya namun dengan tetap memastikan bahwa etika bekerja di seluruh pegawai yang terlibat dapat terus dijalankan. Sebelum itu perusahaan harus dapat menetapkan serta mensosialisasikan dengan baik dan benar kepada pegawainya seluruh kode etik yang diterapkan serta sanksi bagi yang melanggarnya.

Setelah itu untuk dapat terus memonitor serta menjaga bahwa etika pegawai di perusahaan tersebut selalu terjaga dan termonitor, maka diperlukan suatu sistem yang dapat memudahkan manajemen dalam melakukan hal tersebut. Sistem tersebut dapat merecord seluruh kegiatan – kegiatan pelanggaran dari seluruh pegawai yang terlibat dalam perusahaan yang tidak sesuai peraturan kode etik pegawai yang diterapkan diperusahaan seperti ketidakdisiplinan, menerima remunerasi dari vendor, pemalsuan dokumen dan lain sebagainya. Sistem tersebut dapat berupa aplikasi sistem informasi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam sub unit organisasional perusahaan. Sistem tersebut menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai jenis out put yang diperlukan manajemen terutama mengenai catatan/record pelanggaran – pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai.

Informasi yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai acuan bagi manajemen dalam pengambilan keputusan terkait kepegawaian seperti penerbitan surat peringatan, mutasi atau promosi pegawai serta dapat pula dijadikan sebagai salah satu pengukuran dalam pencapaian Key Performance Indicator (KPI) pegawai tersebut, dan lain sebagainya.

Dari upaya pengawasan etika yang dilakukan oleh perusahaan terhadap karyawannya, tentunya dibutuhkan sebuah sistem sebagai suatu asset yang dapat dijadikan investasi jangka panjang bagi perusahaan. Sistem informasi harus dirancang menjadi sebuah sistem yang dapat bersinergi dengan tujuan utama perusahaan dalam hal pengawasan etika karyawan. Maka dari itu, dengan dukungan sistem informasi manajemen, hal tersebut dapat dengan mudah dan terinci setiap kegiatan pengawasan etika yang dijalankan oleh perusahaan.

 

1.2. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, maka dapat masalah yang dapat dirumuskan dari penulisan makalah ini adalah:

“Bagaimanakah PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk melakukan pengawasan etika terhadap karyawannya dengan basis sistem informasi manajemen?”

 

1.3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah:

  1. Mengetahui bagaimana PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk dalam melakukan pengawasan etika karyawan.
  2. Memahami peranan sistem informasi dalam melakukan pengawasan etika karyawan.

 

Selengkapnya di : [SIM E49 – Kelompok 5] Pembentukan Etika Karyawan Melalui Sistem Informasi Ethic Call Center


Posted in Sistem Informasi Manajemen (SIM), Tugas Kelompok by with comments disabled.
Skip to toolbar