PENGARUH PENERAPAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA SUATU PERUSAHAAN

PENGARUH PENERAPAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA SUATU PERUSAHAAN

Tugas Mata Kuliah Organisasi dan Manajemen Sumberdaya Manusia

 

Dosen Pengampu :

Dr. Ir. Manuntun Parulian Hutagaol, MS

Disusun Oleh :

Fitriana Purnamasari

[P056132762.49E]

Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis

Institut Pertanian Bogor

Januari 2014

=============================================================================================

LATAR BELAKANG

Isu mengenai Corporate Governance muncul sebagai reaksi terhadap berbagai kegagalan korporasi akibat dari buruknya tata kelola perusahaan. Krisis Corporate  Governance pertama terjadi pada tahun 1700an yang dikenal dengan The South Sea Buble. Masalah Corporate Governance semakin mendapat perhatian besar di Asia sejak terjadinya krisis finansial pada pertengahan tahun 1997. Lemahnya penerapan prinsip Corporate Governance diyakini sebagai penyebab utama kerawanan ekonomi yang menyebabkan memburuknya kondisi perekonomian di beberapa negara Asia termasuk Indonesia.

Krisis beberapa perusahaan di Indonesia  yang  dimulai  akhir  tahun  1997 bukan semata-mata diakibatkan oleh krisis ekonomi, tetapi juga diakibatkan oleh belum dilaksanakannya Good Corporate Governance dan etika yang melandasinya. Oleh karena itu, usaha untuk mengembalikan kepercayaan kepada dunia bisnis melalui rekonstruksi dan rekapitulasi hanya dapat mempunyai dampak jangka panjang dan mendasar apabila disertai 3 tindakan penting yaitu ketaatan terhadap prinsip kehati-hatian, pelaksanaan Good Governance dan pengawasan yang efektif dari otoritas pengawas masing-masing perusahaan.

Di beberapa negara yang memiliki angka indeks persepsi korupsi yang tinggi, termasuk Indonesia, pada saat ini masih dijumpai banyak perusahaan yang mengikuti tender menjadi pemasok instansi pemerintah maupun swasta, terpaksa harus memberikan suap jika ingin menjadi pemenang tender. Keadaan ini terjadi pada banyak perusahaan meskipun secara internal perusahaan tersebut sudah berkomitmen untuk melaksanakan GCG.

Ilustrasi di atas memperlihatkan meski suatu perusahaan telah berketetapan secara konsisten menerapkan GCG, namun untuk mempertahankan kelangsungan usahanya dalam suatu lingkungan bisnis yang tidak sehat, pada saat harus berhubungan dengan pihak ketiga yang tidak menjalankan governance yang baik, pada akhirnya perusahaan yang bersangkutan terpaksa melanggar prinsip-prinsip GCG.

Penerapan praktek-praktek GCG merupakan salah satu langkah penting bagi perusahaan untuk meningkatkan dan memaksimalkan nilai perusahaan (corporate value), mendorong pengelolaan perusahaan  yang  profesional,  transparan  dan  efisien  dengan  cara  meningkatkan  prinsip  keterbukaan, akuntabilitas,  dapat  dipercaya,  bertanggungjawab  dan  adil  sehingga  dapat  memenuhi  kewajiban  secara  baik kepada pemegang saham, dewan komisaris, mitra bisnis, serta stakeholders lainnya.

Lebih lanjut, pihak direksi, dewan komisaris, manajemen dan staf berkomitmen untuk menerapkan praktek-praktek GCG dalam pengelolaan kegiatan usaha perusahaan. Kesadaran akan pentingnya GCG bagi perusahaan adalah karena keinginan untuk menegakkan integritas dalam menjalankan bisnis yang sehat.

Di dalam prakteknya, walaupun telah diatur dengan regulasi yang ketat, beberapa perusahaan masih kurang berhati-hati, sehingga  masih sering merugikan pelanggan (customer), investor dan stakeholder lainnya. Hal yang terpenting bagi suatu organisasi/perusahaan adalah pihak-pihak pemegang saham (stakeholders) karena dengan adanya  mereka, kegiatan operasional suatu perusahaan dapat dijalankan. Untuk menumbuhkan kepercayaan stakeholders pada suatu perusahaan, diperlukan suatu bukti bahwa perusahaan tersebut memiliki sistem yang baik, sehingga perusahaan dapat memberikan pelayanan ataupun kegiatan operasional semaksimal mungkin dalam kondisi yang sehat.

Corporate Governance merupakan konsep yang diajukan demi peningkatan kinerja perusahaan melalui supervise atau monitoring kinerja manajemen dan menjamin akuntabilitas manajemen terhadap stakeholder dengan mendasarkan kerangka peraturan. Konsep Corporate Governance diajukan demi tercapainya pengelolaan perusahaan yang lebih transparan bagi semua pengguna laporan keuangan. Corporate Governance juga membantu menciptakan lingkungan kondusif demi terciptanya pertumbuhan yang efisien dan sustainable di sektor korporat.

Bagi suatu perusahaan, khususnya sebagian sahamnya dimiliki oleh masyarakat melalui bursa saham, penyajian laporan keuangan kepada stakeholders perusahaan harus dilaporkan tepat waktu, akurat, dapat dimengerti dan obyektif (Boediono, 2005). Tetapi perbedaan kepentingan antara direksi dan dewan komisaris dengan kepentingan pemegang saham dapat  menyebabkan terjadinya berbagai kecurangan  dalam  pelaporan keuangan. Penerapan Good Corporate Governance telah menjadi perhatian utama para investor karena dengan diterapkannya Good Corporate Governance kecurangan akibat perbedaan kepentingan bisa dihilangkan sehingga perusahaan menyajikan laporan keuangan yang transparan sesuai dengan kondisi yang senyatanya.

Berdasarkan pemaparan diatas dan banyaknya penelitian tentang pengaruh corporate governance terhadap kinerja suatu perusahaan, maka penulis bermaksud melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai “PENGARUH PENERAPAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA SUATU PERUSAHAAN”.

TUJUAN

Adapun tujuan dilakukannya penulisan paper ini adalah selain sebagai salah satu tugas Mata Kuliah Organisasi dan Manajemen Sumberdaya Manusia, juga dilakukan untuk :

  1. Memahami definisi dasar dari Corporate Governance
  2. Mengetahui beberapa issue terkait Corporate Governance
  3. Memahami prinsip-prinsip dan tujuan dari Good Corporate Governance
  4. Mengetahui beberapa penerapan Good Corporate Governance
  5. Untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh penerapan mekanisme Good Corporate Governance terhadap kinerja suatu perusahaan

Selengkapnya di : [Fitriana Purnamasari_P056132762.49E] Penerapan Good Corporate Governance

 


Posted in Organisasi & Manajemen Sumberdaya Manusia (OSDM), Tugas Individu by with comments disabled.
Skip to toolbar