Class Notes from Marketing Management Class (E49) MB IPB – Thursday March 6th, 2014

Fitriana Purnamasari

Class of  E49  2013 Graduate Student of Master Program in Management
Graduate Program of Management and Business
Bogor Agricultural University

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Marketing Management Class PMB 541

Lecturer Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc.
Dr. Ir. Kirbrandoko, MSM.
www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id 
sumarwan@mb.ipb.ac.id

(more…)


Posted in Manajemen Pemasaran, Tugas Individu and tagged , , , by with comments disabled.

Visi, Misi dan Strategi Perusahaan (Studi Kasus : Perusahaan Umum Perumnas)

VISI, MISI DAN STRATEGI PERUSAHAAN

(Studi Kasus : Perusahaan Umum PERUMNAS)

Tugas Mata Kuliah Manajemen Produksi dan Operasi

 

Dosen Pengampu :

Prof. Dr. Ir. Marimin, M.Sc.

Disusun Oleh :

Fitriana Purnamasari

[P056132762.49E]

Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis

Institut Pertanian Bogor

Februari 2014

=============================================================================================

I.1.      LATAR BELAKANG

Manajemen perusahaan yang baik merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompetitif. Kemajuan teknologi dewasa ini memicu setiap organisasi bisnis untuk beroperasi secara optimal dalam kaitannya dengan persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif. Sebagai organisasi yang berorientasi laba (profit oriented), tidak hanya laba memadai yang dibutuhkan, tetapi juga kelangsungan usaha menjadi fokus utama strategi bisnis. Dalam upaya untuk dapat terus mempertahankan kelangsungan hidup, perusahaan melakukan berbagai usaha. Salah satunya adalah dengan merancang visi maupun misi perusahaan, serta mempersiapkan strategi bisnis perusahaan.

Dalam era globalisasi ekonomi, pemerintah telah melaksanakan serangkaian deregulasi dan debirokrasi, karena hasil industri kita ditantang untuk dapat bersaing dalam pasar domestik maupun internasional. Persaingan dalam pasar domestik tidak bisa dihindari, bukan hanya karena harus bersaing dengan produk dalam negeri yang sejenis, tetapi juga dengan produk – produk impor, karena kita tidak bisa lagi melakukan proteksi pasar terlalu ketat. Sudah tidak bisa disangsikan lagi, bahwa salah satu faktor yang dapat memperkuat daya saing adalah produktivitas, baik produktivitas mikro (usaha) maupun produktivitas makro.

(more…)


Posted in Manajemen Produksi & Operasi (MPO), Tugas Individu by with comments disabled.

PENGARUH PENERAPAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA SUATU PERUSAHAAN

PENGARUH PENERAPAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA SUATU PERUSAHAAN

Tugas Mata Kuliah Organisasi dan Manajemen Sumberdaya Manusia

 

Dosen Pengampu :

Dr. Ir. Manuntun Parulian Hutagaol, MS

Disusun Oleh :

Fitriana Purnamasari

[P056132762.49E]

Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis

Institut Pertanian Bogor

Januari 2014

=============================================================================================

LATAR BELAKANG

Isu mengenai Corporate Governance muncul sebagai reaksi terhadap berbagai kegagalan korporasi akibat dari buruknya tata kelola perusahaan. Krisis Corporate  Governance pertama terjadi pada tahun 1700an yang dikenal dengan The South Sea Buble. Masalah Corporate Governance semakin mendapat perhatian besar di Asia sejak terjadinya krisis finansial pada pertengahan tahun 1997. Lemahnya penerapan prinsip Corporate Governance diyakini sebagai penyebab utama kerawanan ekonomi yang menyebabkan memburuknya kondisi perekonomian di beberapa negara Asia termasuk Indonesia.

Krisis beberapa perusahaan di Indonesia  yang  dimulai  akhir  tahun  1997 bukan semata-mata diakibatkan oleh krisis ekonomi, tetapi juga diakibatkan oleh belum dilaksanakannya Good Corporate Governance dan etika yang melandasinya. Oleh karena itu, usaha untuk mengembalikan kepercayaan kepada dunia bisnis melalui rekonstruksi dan rekapitulasi hanya dapat mempunyai dampak jangka panjang dan mendasar apabila disertai 3 tindakan penting yaitu ketaatan terhadap prinsip kehati-hatian, pelaksanaan Good Governance dan pengawasan yang efektif dari otoritas pengawas masing-masing perusahaan.

Di beberapa negara yang memiliki angka indeks persepsi korupsi yang tinggi, termasuk Indonesia, pada saat ini masih dijumpai banyak perusahaan yang mengikuti tender menjadi pemasok instansi pemerintah maupun swasta, terpaksa harus memberikan suap jika ingin menjadi pemenang tender. Keadaan ini terjadi pada banyak perusahaan meskipun secara internal perusahaan tersebut sudah berkomitmen untuk melaksanakan GCG.

Ilustrasi di atas memperlihatkan meski suatu perusahaan telah berketetapan secara konsisten menerapkan GCG, namun untuk mempertahankan kelangsungan usahanya dalam suatu lingkungan bisnis yang tidak sehat, pada saat harus berhubungan dengan pihak ketiga yang tidak menjalankan governance yang baik, pada akhirnya perusahaan yang bersangkutan terpaksa melanggar prinsip-prinsip GCG.

(more…)


Posted in Organisasi & Manajemen Sumberdaya Manusia (OSDM), Tugas Individu by with comments disabled.

Perbandingan Pengembangan Sistem Informasi Secara Outsourcing dan Insourcing pada Suatu Perusahaan

Perbandingan Pengembangan Sistem Informasi Secara Outsourcing dan Insourcing pada Suatu Perusahaan

 

Tugas Akhir Triwulan 1 Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen

 

Dosen Pengampu :

Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc

Disusun Oleh :

Fitriana Purnamasari

[P056132762.49E]

Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis

Institut Pertanian Bogor

Januari 2014

(more…)


Posted in Sistem Informasi Manajemen (SIM), Tugas Individu by with comments disabled.

Manajemen Job Stress untuk IT Business Support System dengan Studi Kasus Perusahaan Telekomunikasi Berbasis CDMA di Indonesia

MANAJEMEN JOB STRESS UNTUK IT BUSINESS SUPPORT SYSTEM

STUDI KASUS :

PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI BERBASIS CDMA DI INDONESIA

 

TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

DOSEN : Dr. Ir. Agus Buono, M.Si., M.Kom

 

DISUSUN OLEH :


FITRIANA PURNAMASARI

[P056132762.49E]

PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

JANUARI 2014

LATAR BELAKANG

Tidak semua pekerja menyadari bahwa dirinya sedang mengalami stres terhadap pekerjaannya, sampai akhirnya muncul tanda-tanda dampak stres yaitu : nyeri otot, kehilangan nafsu makan, gelisah saat tidur, penuh rasa lelah, sakit kepala, kesulitan berkonsentrasi, mudah emosi, gangguan perut, ketidakpuasan dalam bekerja, serta pada akhirnya penurunan performansi kerja. Kondisi stres seorang pekerja besar kemungkinan berbeda dengan pekerja yang lain dikarenakan perbedaan karakteristik personal dan motivasi. Stres bisa membahayakan kesehatan pekerja dan merugikan perusahaan, baik dalam segi waktu maupun biaya. Saat ini sudah berkembang banyak penelitian di bidang human factor  tentang stres pekerjaan (job stress), meliputi: faktor penyebab stres, dampak stres pada karyawan, serta solusi untuk menghindari terjadinya stres pekerjaan.

(Lars Goran Wallgren and Jan Johansson Hanse, 2007) mengungkapkan bahwa stres dipengaruhi oleh job demand, job control, dan motivasi. Terjadinya stres akan berbanding lurus dengan peningkatan job demand, namun berbanding terbalik dengan peningkatan job control. Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli menghadirkan motivasi sebagai faktor yang harus ditingkatkan selain job control agar bisa membantu mengurangi stres. Selain itu, (Ari Vaananen et al, 2003) memberikan faktor lain penyebab stres yaitu : karakteristik individu, dukungan dan interaksi dari rekan kerja dan supervisor, loyalitas kepada perusahaan, serta komitmen organisasi.

Pada akhirnya, sebagian besar penelitian  akan menghasilkan strategi pencegahan stres setelah memperoleh faktor penyebab stres, seperti : pelatihan (training) pekerjaan,  seminar peningkatan motivasi, dan peningkatan komitmen manajemen. Dibutuhkan solusi nyata dari sekedar usulan strategi agar pencegahan stres lebih cepat dinikmati hasilnya. Alternatif mewujudkan solusi nyata tersebut adalah dengan pembangunan sistem manajemen job stress. Solusi ini terinspirasi dari hasil penelitian (Yoghee Lee and Sangmun Shin, 2010) berisi metodologi untuk menyelidiki faktor penyebab stres dengan pendekatan statistik dan penelitian (Ashraf Shikdar et al, 2002) yang mengembangkan aplikasi perangkat lunak untuk melakukan assessment ergonomi pada perusahaan manufaktur dikarenakan para manajer belum tentu mempunyai pengetahuan di bidang ergonomi.

(more…)


Posted in Sistem Informasi Manajemen (SIM), Tugas Individu by with comments disabled.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kegagalan dan Kesuksesan dalam Penerapan Sistem Informasi di Suatu Perusahaan

TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN [PMB 561]

DOSEN                    :  Dr. Ir. ARIF IMAM SUROSO, MSc

DISUSUN OLEH     : FITRIANA PURNAMASARI [P056132762.49E]

ANGKATAN             :  E49

[SIM E49 – Fitriana Purnamasari_P056132762.49E] Faktor-Faktor Kegagalan & Kesuksesan Pembangunan SI di Suatu Perusahaan


Posted in Sistem Informasi Manajemen (SIM), Tugas Individu by with comments disabled.
Skip to toolbar